Bunuh Diri Karena Kalah Judi Poker

Bunuh Diri Karena Kalah Judi Poker

Bunuh Diri Karena Kalah Judi Poker mungkin hal yang mustahil terjadi. Tetapi berita ini memang benar adanya di salah satu provinsi di indonesia. Berita seorang remaja telah melakukan upaya bunuh diri setelah kalah bermain judi online.

Kejadian tersebut membuat gempar masyarakat yang ada di sekitar wilayah remaja tersebut yang ada di Bukittinggi sumatera barat.

Danil Syaputra Bunuh Diri Karena Kalah Judi

Danil Saputra (26) tewas dengan memegang sendok kabel listrik bengkok di Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). minuman energi ini karyawan diduga bunuh diri setelah kalah judi secara online.

Asumsi ini diperoleh karena polisi berada di tempat kejadian dalam korban asrama, Tandikek Gang, Jalan Kesehatan, ditemukan ponsel korban untuk mengakses aplikasi judi poker online dengan taruhan jutaan rupiah.

Asrama pemilik rumah, Saifullah, pertama kali ditemukan tewas di kamarnya. Saifullah melihat tanda-tanda yang mencurigakan saat korban selalu pulang sebelum jam kerja selesai.

Saifullah yang mencurigakan setelah matahari terbenam, korban tidak pergi keluar dari ruangan. biasanya Padaal, korban selalu mencari makan di jam-jam tersebut.

“Saya mengetuk pintu dia tidak bangun, mungkin dia sakit maka kita memecah pintu apapun. Tapi kenapa dia pergi bekerja, dan berbalik lagi, dan kemudian kembali lagi dan memasuki kamar. Biasanya dia tidak pernah sehingga pekerjaan siang hari,” kata Saifullah Senin (2020/10/02) malam.

Polisi yang tiba untuk menemukan korban tewas dalam posisi tengkurap di atas kasur. Polisi menduga korban tewas akibat bunuh diri.

“Ada bunuh diri diduga. Waktu periksa korban tewas di tempat kejadian dengan tangan memegang listrik. Dugaan kematian dini karena listrik, sementara motif nya adalah kita ke dalam,” kata kepala polisi AKP Dedy Adriansyah Kora.

Dalam percakapan Whatsapp di telepon korban juga ditemukan foto poker online perjudian screenshot dikirim korbannya pada tanggal 29 Januari 2020. Para korban termasuk keterangan  si orang tua berarti sekitaran 1.000.000

Polisi masih mendalami motif korban diduga mengakhiri hidupnya. Untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut, tubuh korban dibawa ke Rumah Sakit Dokter ruang forensik Achmad Mochtar Bukittinggi untuk visum dilakukan.